Ucup

Archive for 2009|Yearly archive page

Manajemen Pemasaran p-4

Dalam Manajemen Pemasaran di Februari 14, 2009 pada 3:17 pm

Manajemen Pemasaran

Pertemuan ke-4

Dosen :

III. Sistem Informasi Pemasaran / Marketing Information System

Cara untuk mengelola sebuah bisnis dengan baik adalah dengan cara mengelola masa depannya, dan mengelola masa depan adalah mengelola informasi, oleh karena itu Eksekutif Pemasaran haruslah berorientasi ke masa depan, seperti :

  • Mengantisipasi perubahan-perubahan
  • Meramalkan arah dan intensitas perubahan
  • Menyesuaikan perencanaan sebagai alat transportasi perubahan

Sistem Informasi Pemasaran (SIP) adalah suatu struktur yang terdiri dari orang-orang, peralatan dan prosedur yang saling berkaitan dan berkesinambungan dalam mengumpulkan, menyortir, menganalisis dan mengevaluasi serta mendistribusikan informasi tersebut pada waktu yang dibutuhkan yang berorientasi masa depan kepada pembuat keputusan pemasaran.

Kebutuhan akan sistem Informasi

Sistem Informasi Pemasaran sangat dibutuhkan keberadaannya oleh setiap perusahaan, halterbebut dikarenakan oleh beberapa faktor, yaitu :

  1. Makin berkurangnya rentan waktu (time span) yang tersedia bagi para eksekutif untuk mengambil keputusan. (berkaitan dengan umur produk).
  2. Bidang kegiatan pemasaran menjadi semakin rumit dan luas, hal ini dikarenakan pada berkembangnya pasar sasaran (target market) serta tuntutan dari pencapaian tujuan perusahaan, sehingga diperlukannya pencarian dari pasar sasaran yang baru dan memperlajari kebiasaan dan kebudayaan dari pasar sasaran yang ditentukan.
  3. Berkurangnya energi dan bahan baku lainnya, hal ini dikarenakan pada bahan baku yang digunakan yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
  4. Ketidakpuasan konsumen semakin berkembang lebih intensif dengan seiringnya perubahan-perubahan yang terjadi, sehingga penciptaan produk yang terbaik dengan harga yang termurah merupakan orientasi utama para konsumen.
  5. Ledakan Pengetahuan (Informasi) yang fantastis.

Pendayagunaan Sistem Informasi Manajemen

bagan :

pendayagunaan-sip

Manajemen Pemasaran p-2

Dalam Manajemen Pemasaran di Februari 14, 2009 pada 1:52 am

Manajemen Pemasaran

Pertemuan ke-2

Dosen :

II. Tahap-tahap evolusi manajemen dalam pemasaran

tahap-evolusi-manajemen

Konsep Produksi

Konsep ini adalah konsep pemasaran yang dilakukan pada zaman dahulu, dimana kebutuhan konsumen akan suatu barang atau jasa (Permintaan/Demand) jauh lebih besar dari pada jumlah barang atau jasa yang diberikan (Penawaran/Suply), sehingga terjadilah produksi secara besar-besaran guna memenuhi permintan konsumen tersebut (Produksi massal/Seller Market).

Konsep Produk

Konsep ini adalah konsep pemasaran yang dilakukan pada saat mulai bermunculannya pesaing-pesaing produk atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen, yang menyebabkan penawaran (suply) menjadi lebih besar daripada permintaan (demand), sehingga konsumen menjadi lebih pemilih atas jenis-jenis produk atau jasa yang akan mereka gunakan.

Untuk mengatasi hal tersebut maka para manager pada saat itu mulai melakukan perbaikan atas kualitas produk, sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan kompetitor yang lain dan dapat meraih konsumen secara maksimal.

Konsep Penjualan

Persaingan antar perusahaan yang ketat menyebabkan terlalu banyaknya produk-produk yang beredar dikalangan konsumen, sehingga meskipun dari segi kualitas produk-produk tersebut terbilang baik, tapi dikarenakan kuantitas produk yang semakin meningkat, maka konsumen menjadi bingung untuk menentukan pilihan dari sekian banyaknya produk-produk yang ditawarkan denga kualitas yang baik dan harga yang murah.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka para manager perusahaan pada saat itu mengambil suatu keputusan untuk melakukan strategi menjual dan promosi. Jadi kondisi konsumen pada saat ini tidak cukup hanya dengan memberikan kualitas yang terbaik, tapi juga harus dilakukannya pembujukan pada pada konsumen atas produk-produk yang dihasilkan.

Konsep Pemasaran

Tidak seperti konsep-konsep terdahulunya yang berorientasi pada kualitas dan kuantitas produk, tapi pada konsep ini sudah dimulai untuk melakukan analisa / pencarian tentang kebutuhan konsumen terlebih dahulu sebelum dilakukannya proses produksi, sehingga penyerapan/penerimaan produk pada konsumen dapat dilakukan secara maksimal, karena produk yang kita produksi sesuai dengan keinginan dari para konsumen, baik itu dari segi kualitas maupun dari harga.

Konsep Pemasaran Sosial

Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata banyak sekali terdapatnya efek samping yang ditimbulkan akibat inovasi-inovasi yang dilakukan pada produk demi tercapainya penjualan yang maksimal yang sesuai dengan keinginan konsumen tersebut. Sehingga munculah aturan-aturan umum yang harus ditaati oleh para produsen/perusahaan, yaitu :

  • Setiap tahap produksi harus diawasi oleh badan-badan hukum yang berwenang.
  • Tidak boleh adanya efek samping yang merugikan.
  • Berorientasi pada jangka waktu yang panjang.

Perbedaan yang mendasar antara konsep penjualan dan konsep pemasaran

Bagan:

perbedaan-penjualan-pemasaran

II. Lingkungan dan Manajemen Pemasaran

Lingkungan Perusahaan

  • Lingkungan Internal / Controllable Factors
  1. Sumbernya Pemasaran : Produk, Price, Promotion and Place
  2. Sumbernya Non Pemasaran : Produksi, Keuangan, Personalia (SDM), Lokasi, Penelitian dan Pengembangan, Reputasi.
  • Lingkungan Eksternal / Uncontrollable Factors.
  1. Mikro : Pemasok, Perantara, Pasar dan Pesaing
  2. Makro : Demografi, Kondisi Ekonomi, Sosial dan Budaya, Politik dan Hukum, Teknologi, Persaingan dan Alam.

Pendekatan Sistem Pemasaran

  • Sistem adalah sekumpulan item/butir yang saling berhubungan dan berkaitan secara tepat dalam membentuk satu kesatuan yang terpadu.
  • Sistem Pemasaran adalah Rangkaian yang berkaitan dari lembaga / organisasi, kegiatan dan arus yang dirancang untuk memberi kemudahan bagi transaksi tukar menukar antara sebuah organisasi bisnis maupun non bisnis dengan pasarnya.

Sistem Pemasaran Sederhana :

sis-pem-sederhana

Sinergisme adalah tindakan kerjasama dengan pihak lain untuk menghasilkan total yang lebih besar dari pada bekerja sendiri.

pada dasarnya terdapat  2 (dua) alur kerjasama yang dapat dilakukan oleh manajemen untuk mencapai sinergisme yang baik, yaitu :

Vertical Marketing System, yaitu kerjasama dengan pihak pemasok (suplier) dan penyalur (distributor) atau perusahaan pendukung lainnya pada saluran yang sama / sejalan.

Horizontal Marketing System, yaitu kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan pesaing, hal ini dilakukan apabila kondisi permintaan sudah melebihi kapasitas maksimum perusahaan, dan tidak bisa dipaksakan untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut.

Sistem Pemasaran Lengkap

Bagan :

sistem-pemasaran-lengkap1

Manajemen Pemasaran p-3

Dalam Manajemen Pemasaran di Februari 13, 2009 pada 11:35 pm

Manajemen Pemasaran

Pertemuan ke-3

Dosen :

III. Terdapat 8 komisi / status permintaan dan tugas pemasarannya :

  1. Permintaan Negatif / Negative Demand => sebuah pasar dalam keadaan permintaan negatif jika pasar tidak menyukai produk dan bahkan bersedia membayar untuk mencegahnya. dan tugas pemasarannya adalah merubah sikap dari yang tidak menyukai menjadi menyukai atau disebut dengan Convertional Marketing
  2. Tidak ada Permintaan / No Demand => Konsumen sasaran (target market) mungkin tidak sadar dan atau tidak berminat terhadap produk tersebut, maka tugas pemasarannya adalah mendorong / merangsang kebutuhan (Stimulative Marketing)
  3. Permintaan Latent / Tersembunyi => Konsumen sebenarnya sudah memiliki kebutuhan yang kuat, tetapi belum  dapat dipuaskan oleh produk yang sudah ada. maka tugas pemasarannya adalah mengembangkan pemasaran / produk agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen tersebut
  4. Permintaan Menurun / Falling Demand => Mengaktifkan kembali agar meningkat kembali (Re-Marketing) contoh : Pembaruan kemasan / rasa.
  5. Permintaan Tidak Beraturan / Irregular Demand = > adalah suatu kondisi dimana grafik permintaan pasar tidak berpola, kadang-kadang meningkat cukup tinggi, kadang-kadang menurun secara drastis dalam jangka waktu yang relatif singkat. maka, tugas pemasarannya adalah menyelaraskan pola permintaan tersebut secara lebih teratur. Contoh kasus seperti ini biasanya terjadi pada perusahaan yang bergerak dalam bidang hiburan (ANCOL dan DUFAN) dimana pengunjung biasanya hanya datang pada hari-hari libur saja. contoh solusi dari masalah ini adalah dengan memberikan diskon harga yang cukup signifikan pada hari-hari biasa (diluar hari libur).
  6. Permintaan Penuh / Full Demand => adalah suatu kondisi dimana volume penjualan telah mencapai kapasitas maksimum (full loaded). maka tugas pemasarannya adalah menjaga agar kondisi tersebut tetap stabil.
  7. Permintaan Berlebih / Over Full Demand => adalah suatu kondisi dimana jumlah permintaan pasar melebihi penawaran yang tersedia (Demand > Suply). dan tugas pemasarannya adalah melakukan penurunan permintaan (De-Marketing).  Mungkin anda bertanya kenapa harus dilakukan penurunan permintaan, bukankah lebih baik apabila kita dapat meningkatkan kapasitas penawaran kita? jawabannya adalah karena biasanya jumlah kelebihan permintaan tidak dapat menutupi jumlah biaya penambahan penawaran yang diperlukan. Contoh lain adalah apabila nilai jual produk lebih mahal dari pada kemampuan / daya beli konsumen, tetapi jenis produk tersebut merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh konsumen seperti BBM (Bahan Bakar Minyak) dan Listrik yang memerlukan subsidi dari permerintah pusat. sehingga dilakukan kepada para konsumen untuk melakukan penghematan penggunaan produk tersebut.
  8. Permintaan Tidak Sehat dan Membahayakan / Unwholesome Demand => adalah situasi dimana permintaan tersebut mempunyai dampak yang buruk bagi perusahaan maupun bagi para konsumennya. contohnya, apabila bahan baku produk tersebut merupakan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui. contoh lainnya adalah apabila produk tersebut merupakan jenis produk yang dilarang seperti NARKOBA.

IV. Mengelola Pemasaran

Proses manajemen yang diterapkan dalam pemasaran pada dasarnya terdiri dari :

  1. Perencanaan sebuah program Pemasaran
  2. Pelaksanaan
  3. Penilaian serta evaluasi atas prestasinya

Proses Manajemen dalam Sistem Pemasaran

proses-manajemen-dalam-pemasaran

hasil evaluasi merupakan informasi yang sangat diperlukan oleh manajemen agar dapat menyesuaikan tujuan rencana dan pelaksanaan pada masa yang akan datang dengan lingkungan yang senantiasa berubah.

Perencanaan Strategis

Perencanaan Strategis adalah proses manajemen yang menyesuaikan sumber daya sebuah organisasi dengan peluang-peluang pelaksanaannya dalam jangka panjang.

Proses Perencanaan Strategi mencakup:

  • Mendefinisikan misi (tujuan / mimpi masa yang akan dasar.
  • Menetapkan sasaran organisasi
  • memilih strategi dan taktik yang memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuannya.

Apabila dikaitkan, proses perencanaan strategis ini dengan kegiatan pemasaran maka proses perencanaan pemasaran yang strategis terdiri atas beberapa langkah, yaitu :

  • Melaksanakan analisis situasi yang meliputi analisis situasi kepada perusahaan yang sedang terjadi, pasar, persaingan, produk, sistem distribusi, dan program promosi.
  • Menentukan sasaran pemasaran
  • menyeleksi dan menganalisis target pasar
  • Mengembangkan dan merancang bauran pemasaran yang strategis yang memungkinkan organisasi dapat memuaskan target pasarnya dan mencapai tujuan pemasaran

Pemasaran dimulai dan berakhir di konsumen

alur-pemasaran1

Akuntansi Koperasi p-2

Dalam Akuntansi Koperasi di Februari 13, 2009 pada 2:51 am

Akuntansi Koperasi

Pertemuan ke-2

Dosen :

Rumus akuntansi dasar :

p-2-bagan1

Contoh Soal :

Koperasi “MAKMUR” didirikan pada tanggal 1 januari 2009 oleh 25 orang pendiri, dengan Simpanan Pokok (SP) sebesar Rp.100.000,- dan Simpanan Wajib/bln (SW) sebesar Rp.25.000,-/bln. Unit yang pertama aktif adalah waserda, aktivitas yang terjadi adalah sebagai berikut :

02 jan’09 Diterima setoran Simpanan Pokok dari 15 anggota.

03 jan’09 Diterima setoran Simpanan Wajib dari 12 anggota.

05 jan’09 Dibeli peralatan kantor senilai Rp.1.000.000,-

08 jan’09 Dibeli perlengkapan kantor senilai Rp.100.000,-

10 jan’09 Dibeli barang dagangan secara kredit senilai Rp.5.000.000,-

17 jan’09 Partisipasi Bruto selama satu minggu (11-17 jan’09) sebesar Rp.2.750.000,-

18 jan’09 Penjualan tunai selama satu minggu (12-18 jan’09) sebesar Rp.1.000.000,-

21 jan’09 Diterima pinjaman kredit dari Bank sebesar Rp.10.000.000,-

25 jan’09 Partisipasi bruto tunai (18-25 jan’09) sebesar Rp.2.000.000,-

29 jan’09 Dibayar gaji karyawan sebesar Rp.500.000,- dan honor pengurus sebesar Rp.250.000,-

Buatlah :

  1. Buku Jurnal
  2. Buku Besar
  3. Neraca
  4. PHU (partisipasi Hasil Usaha)

Jawab :

p-2-bagan2

p-2-bagan3

p-2-bagan4

PHU = SPA + Laba/Rugi

diketahui :

Koperasi membeli Rp.5.000.000,-

Margin Koperasi = 20% x Rp.5.000.000,- = Rp.1.000.000,-

Bunga Bank / Interest = Rp.100.000,-/bln

Pajak (pph) / Tax = 10%

Partisipasi Bruto : Penjualan = Rp.4.750.000,- :  Rp.1.000.000,-

= 4,75 : 1

maka dapat diketahui :

BOPKA

Biaya Gaji karyawan = 4,75  :  5,75  x  Rp.500.000,-  =  Rp.413.043,-

Biaya Honor pengurus = 4,75  :  5,75  x  Rp.250.000,-  =  Rp.206.521,-

Total BOPKA = Rp.619.564,-

BOPNA

Biaya Gaji karyawan = 1  :  5,75  x  Rp.500.000,-  =  Rp.86.956,-

Biaya Honor pengurus = 1  :  5,75  x  Rp.250.000,-  =  Rp.43.478,-

Total BOPKA = Rp.130.434,-

PHU

p-2-bagan5

PHU = SPA + Rugi/Laba

PHU = Rp.223.044,-   +   Rp.46.958,-

PHU = Rp.270.002,-

Contoh Soal :

Diketahui :

  • Partisipasi Bruto Rp.40.000.000,-
  • Penjualan Rp.10.000.000,-
  • Biaya-Biaya Operasional Koperasi :
  1. Biaya Gaji Rp.300.000,-
  2. Biaya Upah Rp.100.000,-
  3. Biaya ATK Rp.100.000,-
  4. Biaya Perjalanan Rp.500.000,-
  5. Biaya Listrik dan Telepon Rp.400.000,-
  6. Biaya Penjualan Rp.600.000,-
  7. Biaya Honor Pengurus Rp.100.000,-

Susunlah PHU Koperasi tersebut.

Akuntansi Koperasi p-1

Dalam Akuntansi Koperasi di Februari 13, 2009 pada 12:41 am

Akuntansi Koperasi

Rangkuman Pertemuan Ke-1

Dosen :

Proses Akuntansi Umum (General Accounting) :

  • Pencatatan = Buku Jurnal
  • Penggolongan = Buku Besar
  • Pengikhtisaran =
  1. Neraca Saldo
  2. Adjusment / Penyesuaian (apabila diperlukan)
  3. Laporan Keuangan

Proses Akuntansi Koperasi :

  • Neraca

· Neraca adalah Keadaan yang menggambarkan kondisi keuangan yang terdiri dari Aktiva, Hutang dan Ekuitas.

· R/L adalah keadaan yang menggambarkan kondisi keuangan yang terdiri dari pendapatan dan biaya pada suatu periode.

· Lap.Perub.Modal adalah keadaan yang menggambarkan kondisi keuangan mengenai perubahan modal pada suatu periode.

· Sisa Partisipasi Usaha (SPA) adalah keadaan yang menggambarkan kondisi keuangan yang terdiri dari partisipasi bruto dan biaya pelayanan koperasi kepada anggotanya pada suatu periode.

· Perhitungan Hasil Usaha (PHU) = SPA + R/L

  • Partisipasi Hasil Usaha

Partisipasi adalah keikutsertaan anggota dalam aktifitas koperasi.

Contoh Partisipasi :

1. Partisipasi Modal :

a. Simpanan Pokok

b. Simpanan Wajib

c. Simpanan Sukarela

2. Partisipasi Pemanfaatan Pelayanan, contoh : Menabung, meminjam, membeli dan menjual sehingga menghasilkan Pendapatan dan Penjualan atau disebut juga Partisipasi Bruto.

Bagan :

bagan1

Partisipasi Pemanfaatan Pelayanan

Menabung, Meminjam

Membeli, Menjual

Pendapatan dan Penjualan

Partisipasi Bruto

Pemisahan pencatatan aktifitas yang dilakukan oleh anggota dan non anggota yang didasarkan pada omzet anggota dan non anggota:

  • Aktifitas yang dilakukan oleh Anggota disebut Partisipasi.
  • Aktifitas yang dilakukan oleh non anggota disebut Transaksi

Bagan 2:

bagan2

Contoh bagan PHU :


bagan3

Anggota

Biaya Operasional Kepada NonAnggota (BOPNA) (-)

Laba Kotor Usaha / Bruto

Harga Pokok Penjualan (-)

Penjualan

Biaya Operasional Kepada Anggota (BOPKA) (-)

Partisipasi Netto

Harga Pokok Pelayanan (-)

Partisipasi Bruto

Non Anggota

Laba Bersih Usaha / Netto

Partisipasi Netto

  • Partisipasi Ekonomi Anggota

1. Manfaat Ekonomi Langsung = Harga Koperasi < Harga Pasar

2. Manfaat Ekonomi Tidak Langsung = Pembagian SHU untuk anggota

PEA = MEL + METL

Demosi Ekonomi Anggota apabila Harga Koperasi > Harga Pasar

  • Ekuitas
  • Arus Kas
  • Laporan Partisipasi Anggota
  • Laporan Keuangan

Konsultasi Manajemen p-3

Dalam Konsultasi Manajemen di Februari 13, 2009 pada 12:05 am

Konsultasi Manajemen

Rangkuman Pertemuan Ke-3

Dosen :

Konsultasi Manajemen dan Perubahan

Fungsi dan tugas konsultan dalam perubahan klien

Adalah untuk memberi nasehat ahli dalam bidang yang dinasehatkan untuk memberi petunjuk dan bimbingan kepada klien untuk melakukan sendiri perubahan / perbaikan secara sadar dan aktif sesuai dengan nasehat / petunjuk yang diberikan.

Tugas Konsultan :

  1. membantu klien dalam :

  • Mengidentifikasi masalah atau potensi yang ada dalam perusahaannya / organisasinya.
  • Memecahkan masalah atau mengembangkan potensi yang ditentukan
  • Mengumpulkan, menganalisis data dan informasi yang akurat yang berkaitan serta mendukung masalah yang harus dipecahkan atau potensi yang harus dikembangkan.

  1. Memberi nasihat petunjuk pelatihan dan bantuan teknis mengenai hal-hal yang sesuai dengan bidang keahliannya.
  2. Memberi rekomendasi kepada klien mengenai cara pemecahan masalah
  3. Membantu klien, jika diminta, mengimplementasikan rekomendasi.
  4. Menyusun pelaporan konsultasi
  5. Menjaga nama baik reputasi konsultan manajemen.
  6. Memegang teguh dan melaksanakan kode etik konsultan manajemen
  7. Membina dan mengembangkan Sumber Daya Manusia yang dimiliknya sebagai konsultan yang profesional.

Lingkup Perubahan pada Klien

Perubahan yang berkaitan dengan kualitas SDM :

  • Mental
  • Pengetahuan
  • Keterampilan
  • Pengalaman
  • Sikap
  • Tingkahlaku
  • Kebiasaan
  • Kematangan
  • Kreativitas
  • Metoda

Perubahan yang berkaitan dengan kinerja usaha :

  • Produksi
  • Penjualan
  • Pemasaran
  • Keuntungan

Perubahan yang berkaitan dengan Organisasi :

  • Struktur organisasi
  • Pembagian tugas
  • Uraian tugas
  • Koordinasi dan hubungan (komunikasi)
  • Keanggotaan (khusus untuk koperasi)

Prinsip-prinsip penting perubahan

  • Perubahan / improvisasi haruslah terjadi karena pengertian, kesadaran dan keinginan dari klien sebagai hasil dari motivasi, bimbingan dari konsultan yang menerapkan teknik konsultasi manajemen.
  • Perubahan terjadi karena adanya koneksi, nasehat, petunjuk dan bimbingan konsultan bersama-sama dengan klien tidak dilakukan sepihak oleh konsultan.
  • Perubahan sebagai tujuan proses konsultasi manajemen itu harus jelas dan ditentukan apa yang harus berubah yang tidak membingungkan klien.

Peran konsultan dalam perubahan

  • Sebagai motivator
  • Komunikator
  • Innovator
  • Sebagai penggertak
  • Sebagai nara sumber perubahan
  • Sebagai fasilitator

Karakteriktik perubahan dalam dunia usaha

  • Bersifat misterius karena tidak mudah dipegang dan dikendalikan
  • Memerlukan agen perubahan
  • Tidak semua orang bsa diajak melihat perubahan, sebagian besar orang hanya melihat realitas tanpa kemampuan melihat masa depan, maka persoalan besar yang dihadapi konsultan adalah melihat masa depan dalam mencapai kinerja usaha / organisasi yang lebih baik.

Karakteristik Perubahan

  • Perubahan dapat terjadi setiap saat, karena itu perubahan pada dunia usaha terlebih pada klien harus didorong dan diciptakan oleh konsultan setiap saat pula, bukan sekali-kali terus berhenti. Setiap perubahan kecil yang dilakukan oleh klien akan terjadi pula perubahan-perubahan lainnya. Berikanlah klien pena yang bagus maka ia akan memakai baju yang bagus untuk menyesuaikan pemanpilannya dengan penanya.
  • Ada sisi keras dan sisi lembut dari perubahan, sisi keras termasuk masalah uang yang dimiliki klien sedangkan sisi lembut menyangkut manusia dan organisasi. Sebagian besar pimpinan / pemimpin perusahaan baik pada UKM maupun usaha besar lebih memfokuskan pada sisi keras, padahal keberhasilan dalam mengelola sumber daya perusahaan sangat ditentukan pada kesuksesan pengelolaan dari sisi lembut tersebut, terutama disebabkan oleh pengarah teori ekonomi perusahaan yang mengedepankan efektivitas dan efisiensi yang tampak. Munculnya teori evolusi perubahan cultural pada perubahan yang mengedepankan unsur fikiran dan sosial budaya perusahaan yang diabaikan.
  • Perubahan membutuhkan waktu, biaya dan kekuatan agar konsultan mampu membantu dan menolong perubahan di klien perlu kematangan berfikir, kepribadian yang teguh, memiliki konsep yang jelas dan sistematis, dilakukan secara bertahap dan memperoleh dukungan yang luas dari seluruh stakeholder klien.
  • Dibutuhkan upaya-upaya yang khusus untuk menyentuh nilai-nilai dasar organisasi (budaya korporat) tanpa menyentuh nilai-nilai dasar tersebut, oerubahan tidak akan mengubah perilaku dan kebiasaan-kebiasaan klien. Konsultan mungkin dapat melakukan reorganisasi, tapi belum tentu mampu menangani nilai-nilai manusianya yang ada pada klien.
  • Perubahan banyak diwarnai oleh mitos-mitos, salahsatunya adalah mitos seperti pasien yang sakit, perubahan berarti menelan pil pahit, bahkan apabila diperlukan amputasi yang berarti pengorbanan.
  • Perubahan menimbulkan ekspetasi / harapan, dan karenanya perubahan dapat menimbulakan getaran-getaran emosi dan harapan-harapan yang dapat menimbulkan kekecewaan-kekecewaan bahkan kecemasan. Oleh karena itu pihak konsultan harus mampu melakukan manajemen perubahan pada klien dengan memberikan harapan yang realistis agar para klien dapat terus bersemangat dan memiliki energi yang cukup untuk menjalankan proses perubahan yang disarankan oleh konsultan.
  • Perubahan selalu menakutkan proses perubahan yang disarankan oleh konsultan.
  • Perubahan selalu menakutkan dan menimbulkan kepanikan-kepanikan namun demikian dengan teknik-teknik komunikasi dan perilaku yang baik dar konsultan, perubahan pada klien-klien dapat dikelola menjadi sebuah pesta yang menyenangkan, hangat dan dapat menimbulkan efeksinergidan kebersamaan baik antara konsultan dengan klien maupun diantara sumber daya manusia yang ada dilingkungan internal organisasi klien.

Konsultasi Manajemen P-2

Dalam Konsultasi Manajemen di Februari 1, 2009 pada 11:24 pm

Konsultasi Manajemen

Rangkuman Pertemuan Ke-2
Dosen :

Sejarah konsultasi Manajemen
Awal peresmian konsultasi manajemen sebagai salah satu mata kuliah yang harus dipelajari (General Management Consultang) di cetuskan oleh Arthur D Little pada tahun 1886 di Amerika Serikat. Dan kemudian disempurnakan oleh Edwin G Booz (Seorang Spesialis Konsultan Manajemen)

Alasan utamanya terletak pada deep culture factors atau faktor-faktor budaya perusahaan dimana pada saat itu terdapat banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memiliki masalah internal yang tidak dapat diselesaikan oleh para manajernya sehingga konsultasi manajemen sangat diperlukan bagi keberhasilan perusahaan.

Tetapi sebaliknya dengan keadaan negara-negara di Eropa, dimana mereka menganggap manajer internal masih mampu untuk mengatasi semua permasalahan perusahaan, sehingga Konsultasi Manajemen dianggap tidak perlu dan dianggap sebagai pemborosan kas perusahaan.
Sampai pada masa setelah Perang Dunia Ke-2 (World War II) dengan berbagai alasan dan fakta-fakta yang ada akhirnya mereka memutuskan bahwa ternyata Konsultasi Manajemen dianggap perlu, karena para specialist consultant dari instansi lain terbukti handal dan mampu memecahkan permasalahan internal perusahaan.

Pengguna Konsultasi Manajemen

  • Perusahaan = Besar, Menengah, Kecil dan Koperasi.
  • Pemerintahan = Pemerintah Pusat dan Daerah.
  • Organisasi Nir Laba = Yayasan dan LSM

Ruang Lingkup

  • Business strategy
  • Manufacturing and Business Services
  • Financial and Management Controls.

=> Instalation of bulgetory Control System, Profit Planing or Capital and Revenue Budgeting, Office reorganitation, Administrative Arrangement.

  • Human Resourses => Employer, Manpower Planing.
  • Information Technology => Accountant, Software Development
  • Environmental Management => Recycling => Teknik Lingkungan
  • Quality Management => Costumer Satisfaction

Konsultasi Manajemen pada KUKM

  • Masalah Populasi => Jumlah KUKM di Indonesia tercatat lebih dari 43juta unit, sehingga menjadikan prospek yang menguntungkan bagi konsultan manajemen.
  • Masalah KUKM => Sumber Daya Manusia => Managerial skill
  • Sikap KUKM dan kebutuhan akan konsultan manajemen.

Perbandingan :
=> Perusahaan Besar => Money is not a problem
=> KUKM => biasanya kondisi keuangan KUKM menjadi faktor penentu dalam keputusan untuk menggunakan jasa konsultan manajemen.

  • Konsultasi Manajemen sebagai teknik pembinaan.

=> One Village One Product
=> Pembinaan SDM KUKM
=> Pemberian nasihat dan bantuan kepada KUKM dalam memecahkan masalahnya dan mnegembangkan potensinya serta membantu mendampingi dalam mengimplementasikan nasihat
=> Proses konsultasi harus dilakukan secara teratur, terencana dan berkesinambungan dengan berpedoman pada prinsip-prinsip pendidikan, perubahan sosial, perubahan korporat / organisasi bisnis dan prinsip ekonomi yang berorientasi pada prubahan positif.

Catatan :

Rangkuman yang saya buat masih sangat memungkinkan apabila terjadi kesalahan, baik itu dalam tulisan maupun dalam pengertian. Tujuan saya menulis rangkuman tersebut adalah untuk mengingat kembali hasil pembelajaran saya selama mengikuti perkuliahan tersebut. dan juga untuk merealisasikan pelajaran saya dari Bpk.Romi Satria Wahyono.

—– Tetap Semangat —–

Akuntansi Koperasi P-1

Dalam Akuntansi Koperasi di Januari 31, 2009 pada 9:52 am

Akuntansi Koperasi

Rangkuman Pertemuan Ke-1 tanggal 29 Januari 2009
Dosen :

Proses Akuntansi Umum (General Accounting) :
Pencatatan                        =            Buku Jurnal
Penggolongan                   =            Buku Besar
Pengikhtisaran                  =         1. Neraca Saldo
2. Adjusment / Penyesuaian (apabila diperlukan)
3. Laporan Keuangan

Proses Akuntansi Koperasi :

  • Neraca

• Neraca adalah Keadaan yang menggambarkan kondisi keuangan yang terdiri dari Aktiva, Hutang dan Ekuitas.
• R/L adalah keadaan yang menggambarkan kondisi keuangan yang terdiri dari pendapatan dan biaya pada suatu periode.
• Lap.Perub.Modal adalah keadaan yang menggambarkan kondisi keuangan mengenai perubahan modal pada suatu periode.
• Sisa Partisipasi Usaha (SPA) adalah keadaan yang menggambarkan kondisi keuangan yang terdiri dari partisipasi bruto dan biaya pelayanan koperasi kepada anggotanya pada suatu periode.
• Perhitungan Hasil Usaha (PHU) = SPA + R/L

  • Partisipasi Hasil Usaha

Partisipasi adalah keikutsertaan anggota dalam aktifitas koperasi
Contoh Partisipasi :
1. Partisipasi Modal
a. Simpanan Pokok
b. Simpanan Wajib
c. Simpanan Sukarela
2. Partisipasi Pemanfaatan Pelayanan, contoh : Menabung, meminjam, membeli dan menjual sehingga menghasilkan Pendapatan dan Penjualan atau disebut juga Partisipasi Bruto.

Bagan :
Partisipasi Bruto
Pemisahan pencatatan aktifitas yang dilakukan oleh anggota dan non anggota yang didasarkan pada omzet anggota dan non anggota:
• Aktifitas yang dilakukan oleh Anggota disebut Partisipasi.
• Aktifitas yang dilakukan oleh non anggota disebut Transaksi.

Bagan :
Partisipasi Transaksi

Akuntansi Koperasi

  • Partisipasi Ekonomi Anggota

1. Manfaat Ekonomi Langsung = Harga Koperasi < Harga Pasar
2. Manfaat Ekonomi Tidak Langsung = Pembagian SHU untuk anggota
PEA = MEL + METL
Demosi Ekonomi Anggota apabila Harga Koperasi > Harga Pasar

  • Ekuitas
  • Arus Kas
  • Laporan Partisipasi Anggota
  • Laporan Keuangan

Catatan :

Rangkuman yang saya buat masih sangat memungkinkan apabila terjadi kesalahan, baik itu dalam tulisan maupun dalam pengertian. Tujuan saya menulis rangkuman tersebut adalah untuk mengingat kembali hasil pembelajaran saya selama mengikuti perkuliahan tersebut. dan juga untuk merealisasikan pelajaran saya dari Bpk.Romi Satria Wahyono.

—– Tetap Semangat —–

Wake Upppppppp……….

Dalam My Diary di Januari 11, 2009 pada 4:14 pm

Yea… Yea… Bangun pagi woi… Banguuuuuuuunnnnnnn……

Ga tau knp soal yg satu ini susa bgt buat gw ilangin… 1,5 taon sudah gw selalu di omelin buat bangun pagi… Tp malesnya ini bro……. Fiiuuuhhhh… Cape dweh… Kek nya otak gw musti di rehab lagi neeh… Virus males nya uda beranak cucu… Uda berakar lebar nutupin akal sehat gw… Kerjaan terlantar… ngampus terbengkalai… Ancuuuuurrrrrr…… :( kacau balau… :(

Ceroboh… Teledor… Malas…
Itu uda baju lama yang melekat erat ampe sekarang di otak gw… Gw uda coba loundry tu baju tetep aja nempel pel pel… Ga mau lepas… Ga peduli sekasar apa bos gw ngomel… Sekeras apa gw berusaha… Tetep aja kalo mau bangun pagi bawaannya maleeeeeessss…. BGT mata gw kek di gembok ma setan mimpi… Berat bgt…

Parahnya lagi ni bulan terakhir buat ngbuktiin ma bos kalo gw bisa bangun pagi, kalo ampe akhir bulan gw masi gini keknya gw bakalan dipecat beneran neeh… :( aahhh… Payah.. Payah.. Payah.. :(

Payah BGT c gw…?!!!
Ko bisa ya gw kek gini ?!!!
Mungkin ga c gw bisa bangun pagi?!!!
Mungkin ga c gw bisa rajin kek dulu lagi?!!!

Jawabannya emang mungkin tapi caranya gimana???

Benain diri ternyata lebih sulit daripada benain kamar…?!!! :|

Kubah Terbang

Dalam Cafe Muslim di Januari 10, 2009 pada 7:18 pm

Subhanallah… Maha Suci Allah…

Satu lagi keajaiban Allah telah di buktikan dengan terbangnya kubah mesjid dengan sendirinya ke atas mesjid yang sedang dibangun, seperti diangkat oleh tangan besar yang tak terlihat. Kejadian tersebut sudah berada diluar nalar manusia yang mempunyai keterbatasan. Sungguh Allah Maha Penguasa segala yang ada dilangit dan dibumi…

Untuk Videonya silahkan Download Disini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.