Manajemen Pemasaran
Pertemuan ke-2
Dosen :
II. Tahap-tahap evolusi manajemen dalam pemasaran

Konsep Produksi
Konsep ini adalah konsep pemasaran yang dilakukan pada zaman dahulu, dimana kebutuhan konsumen akan suatu barang atau jasa (Permintaan/Demand) jauh lebih besar dari pada jumlah barang atau jasa yang diberikan (Penawaran/Suply), sehingga terjadilah produksi secara besar-besaran guna memenuhi permintan konsumen tersebut (Produksi massal/Seller Market).
Konsep Produk
Konsep ini adalah konsep pemasaran yang dilakukan pada saat mulai bermunculannya pesaing-pesaing produk atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen, yang menyebabkan penawaran (suply) menjadi lebih besar daripada permintaan (demand), sehingga konsumen menjadi lebih pemilih atas jenis-jenis produk atau jasa yang akan mereka gunakan.
Untuk mengatasi hal tersebut maka para manager pada saat itu mulai melakukan perbaikan atas kualitas produk, sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan kompetitor yang lain dan dapat meraih konsumen secara maksimal.
Konsep Penjualan
Persaingan antar perusahaan yang ketat menyebabkan terlalu banyaknya produk-produk yang beredar dikalangan konsumen, sehingga meskipun dari segi kualitas produk-produk tersebut terbilang baik, tapi dikarenakan kuantitas produk yang semakin meningkat, maka konsumen menjadi bingung untuk menentukan pilihan dari sekian banyaknya produk-produk yang ditawarkan denga kualitas yang baik dan harga yang murah.
Untuk mengatasi hal tersebut, maka para manager perusahaan pada saat itu mengambil suatu keputusan untuk melakukan strategi menjual dan promosi. Jadi kondisi konsumen pada saat ini tidak cukup hanya dengan memberikan kualitas yang terbaik, tapi juga harus dilakukannya pembujukan pada pada konsumen atas produk-produk yang dihasilkan.
Konsep Pemasaran
Tidak seperti konsep-konsep terdahulunya yang berorientasi pada kualitas dan kuantitas produk, tapi pada konsep ini sudah dimulai untuk melakukan analisa / pencarian tentang kebutuhan konsumen terlebih dahulu sebelum dilakukannya proses produksi, sehingga penyerapan/penerimaan produk pada konsumen dapat dilakukan secara maksimal, karena produk yang kita produksi sesuai dengan keinginan dari para konsumen, baik itu dari segi kualitas maupun dari harga.
Konsep Pemasaran Sosial
Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata banyak sekali terdapatnya efek samping yang ditimbulkan akibat inovasi-inovasi yang dilakukan pada produk demi tercapainya penjualan yang maksimal yang sesuai dengan keinginan konsumen tersebut. Sehingga munculah aturan-aturan umum yang harus ditaati oleh para produsen/perusahaan, yaitu :
- Setiap tahap produksi harus diawasi oleh badan-badan hukum yang berwenang.
- Tidak boleh adanya efek samping yang merugikan.
- Berorientasi pada jangka waktu yang panjang.
Perbedaan yang mendasar antara konsep penjualan dan konsep pemasaran
Bagan:

II. Lingkungan dan Manajemen Pemasaran
Lingkungan Perusahaan
- Lingkungan Internal / Controllable Factors
- Sumbernya Pemasaran : Produk, Price, Promotion and Place
- Sumbernya Non Pemasaran : Produksi, Keuangan, Personalia (SDM), Lokasi, Penelitian dan Pengembangan, Reputasi.
- Lingkungan Eksternal / Uncontrollable Factors.
- Mikro : Pemasok, Perantara, Pasar dan Pesaing
- Makro : Demografi, Kondisi Ekonomi, Sosial dan Budaya, Politik dan Hukum, Teknologi, Persaingan dan Alam.
Pendekatan Sistem Pemasaran
- Sistem adalah sekumpulan item/butir yang saling berhubungan dan berkaitan secara tepat dalam membentuk satu kesatuan yang terpadu.
- Sistem Pemasaran adalah Rangkaian yang berkaitan dari lembaga / organisasi, kegiatan dan arus yang dirancang untuk memberi kemudahan bagi transaksi tukar menukar antara sebuah organisasi bisnis maupun non bisnis dengan pasarnya.
Sistem Pemasaran Sederhana :

Sinergisme adalah tindakan kerjasama dengan pihak lain untuk menghasilkan total yang lebih besar dari pada bekerja sendiri.
pada dasarnya terdapat 2 (dua) alur kerjasama yang dapat dilakukan oleh manajemen untuk mencapai sinergisme yang baik, yaitu :
Vertical Marketing System, yaitu kerjasama dengan pihak pemasok (suplier) dan penyalur (distributor) atau perusahaan pendukung lainnya pada saluran yang sama / sejalan.
Horizontal Marketing System, yaitu kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan pesaing, hal ini dilakukan apabila kondisi permintaan sudah melebihi kapasitas maksimum perusahaan, dan tidak bisa dipaksakan untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut.
Sistem Pemasaran Lengkap
Bagan :
