Ucup

Manajemen Pemasaran p-4

In Manajemen Pemasaran on Februari 14, 2009 at 3:17 pm

Manajemen Pemasaran

Pertemuan ke-4

Dosen :

III. Sistem Informasi Pemasaran / Marketing Information System

Cara untuk mengelola sebuah bisnis dengan baik adalah dengan cara mengelola masa depannya, dan mengelola masa depan adalah mengelola informasi, oleh karena itu Eksekutif Pemasaran haruslah berorientasi ke masa depan, seperti :

  • Mengantisipasi perubahan-perubahan
  • Meramalkan arah dan intensitas perubahan
  • Menyesuaikan perencanaan sebagai alat transportasi perubahan

Sistem Informasi Pemasaran (SIP) adalah suatu struktur yang terdiri dari orang-orang, peralatan dan prosedur yang saling berkaitan dan berkesinambungan dalam mengumpulkan, menyortir, menganalisis dan mengevaluasi serta mendistribusikan informasi tersebut pada waktu yang dibutuhkan yang berorientasi masa depan kepada pembuat keputusan pemasaran.

Kebutuhan akan sistem Informasi

Sistem Informasi Pemasaran sangat dibutuhkan keberadaannya oleh setiap perusahaan, halterbebut dikarenakan oleh beberapa faktor, yaitu :

  1. Makin berkurangnya rentan waktu (time span) yang tersedia bagi para eksekutif untuk mengambil keputusan. (berkaitan dengan umur produk).
  2. Bidang kegiatan pemasaran menjadi semakin rumit dan luas, hal ini dikarenakan pada berkembangnya pasar sasaran (target market) serta tuntutan dari pencapaian tujuan perusahaan, sehingga diperlukannya pencarian dari pasar sasaran yang baru dan memperlajari kebiasaan dan kebudayaan dari pasar sasaran yang ditentukan.
  3. Berkurangnya energi dan bahan baku lainnya, hal ini dikarenakan pada bahan baku yang digunakan yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
  4. Ketidakpuasan konsumen semakin berkembang lebih intensif dengan seiringnya perubahan-perubahan yang terjadi, sehingga penciptaan produk yang terbaik dengan harga yang termurah merupakan orientasi utama para konsumen.
  5. Ledakan Pengetahuan (Informasi) yang fantastis.

Pendayagunaan Sistem Informasi Manajemen

bagan :

pendayagunaan-sip

Manajemen Pemasaran p-2

In Manajemen Pemasaran on Februari 14, 2009 at 1:52 am

Manajemen Pemasaran

Pertemuan ke-2

Dosen :

II. Tahap-tahap evolusi manajemen dalam pemasaran

tahap-evolusi-manajemen

Konsep Produksi

Konsep ini adalah konsep pemasaran yang dilakukan pada zaman dahulu, dimana kebutuhan konsumen akan suatu barang atau jasa (Permintaan/Demand) jauh lebih besar dari pada jumlah barang atau jasa yang diberikan (Penawaran/Suply), sehingga terjadilah produksi secara besar-besaran guna memenuhi permintan konsumen tersebut (Produksi massal/Seller Market).

Konsep Produk

Konsep ini adalah konsep pemasaran yang dilakukan pada saat mulai bermunculannya pesaing-pesaing produk atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen, yang menyebabkan penawaran (suply) menjadi lebih besar daripada permintaan (demand), sehingga konsumen menjadi lebih pemilih atas jenis-jenis produk atau jasa yang akan mereka gunakan.

Untuk mengatasi hal tersebut maka para manager pada saat itu mulai melakukan perbaikan atas kualitas produk, sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan kompetitor yang lain dan dapat meraih konsumen secara maksimal.

Konsep Penjualan

Persaingan antar perusahaan yang ketat menyebabkan terlalu banyaknya produk-produk yang beredar dikalangan konsumen, sehingga meskipun dari segi kualitas produk-produk tersebut terbilang baik, tapi dikarenakan kuantitas produk yang semakin meningkat, maka konsumen menjadi bingung untuk menentukan pilihan dari sekian banyaknya produk-produk yang ditawarkan denga kualitas yang baik dan harga yang murah.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka para manager perusahaan pada saat itu mengambil suatu keputusan untuk melakukan strategi menjual dan promosi. Jadi kondisi konsumen pada saat ini tidak cukup hanya dengan memberikan kualitas yang terbaik, tapi juga harus dilakukannya pembujukan pada pada konsumen atas produk-produk yang dihasilkan.

Konsep Pemasaran

Tidak seperti konsep-konsep terdahulunya yang berorientasi pada kualitas dan kuantitas produk, tapi pada konsep ini sudah dimulai untuk melakukan analisa / pencarian tentang kebutuhan konsumen terlebih dahulu sebelum dilakukannya proses produksi, sehingga penyerapan/penerimaan produk pada konsumen dapat dilakukan secara maksimal, karena produk yang kita produksi sesuai dengan keinginan dari para konsumen, baik itu dari segi kualitas maupun dari harga.

Konsep Pemasaran Sosial

Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata banyak sekali terdapatnya efek samping yang ditimbulkan akibat inovasi-inovasi yang dilakukan pada produk demi tercapainya penjualan yang maksimal yang sesuai dengan keinginan konsumen tersebut. Sehingga munculah aturan-aturan umum yang harus ditaati oleh para produsen/perusahaan, yaitu :

  • Setiap tahap produksi harus diawasi oleh badan-badan hukum yang berwenang.
  • Tidak boleh adanya efek samping yang merugikan.
  • Berorientasi pada jangka waktu yang panjang.

Perbedaan yang mendasar antara konsep penjualan dan konsep pemasaran

Bagan:

perbedaan-penjualan-pemasaran

II. Lingkungan dan Manajemen Pemasaran

Lingkungan Perusahaan

  • Lingkungan Internal / Controllable Factors
  1. Sumbernya Pemasaran : Produk, Price, Promotion and Place
  2. Sumbernya Non Pemasaran : Produksi, Keuangan, Personalia (SDM), Lokasi, Penelitian dan Pengembangan, Reputasi.
  • Lingkungan Eksternal / Uncontrollable Factors.
  1. Mikro : Pemasok, Perantara, Pasar dan Pesaing
  2. Makro : Demografi, Kondisi Ekonomi, Sosial dan Budaya, Politik dan Hukum, Teknologi, Persaingan dan Alam.

Pendekatan Sistem Pemasaran

  • Sistem adalah sekumpulan item/butir yang saling berhubungan dan berkaitan secara tepat dalam membentuk satu kesatuan yang terpadu.
  • Sistem Pemasaran adalah Rangkaian yang berkaitan dari lembaga / organisasi, kegiatan dan arus yang dirancang untuk memberi kemudahan bagi transaksi tukar menukar antara sebuah organisasi bisnis maupun non bisnis dengan pasarnya.

Sistem Pemasaran Sederhana :

sis-pem-sederhana

Sinergisme adalah tindakan kerjasama dengan pihak lain untuk menghasilkan total yang lebih besar dari pada bekerja sendiri.

pada dasarnya terdapat  2 (dua) alur kerjasama yang dapat dilakukan oleh manajemen untuk mencapai sinergisme yang baik, yaitu :

Vertical Marketing System, yaitu kerjasama dengan pihak pemasok (suplier) dan penyalur (distributor) atau perusahaan pendukung lainnya pada saluran yang sama / sejalan.

Horizontal Marketing System, yaitu kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan pesaing, hal ini dilakukan apabila kondisi permintaan sudah melebihi kapasitas maksimum perusahaan, dan tidak bisa dipaksakan untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut.

Sistem Pemasaran Lengkap

Bagan :

sistem-pemasaran-lengkap1

Manajemen Pemasaran p-3

In Manajemen Pemasaran on Februari 13, 2009 at 11:35 pm

Manajemen Pemasaran

Pertemuan ke-3

Dosen :

III. Terdapat 8 komisi / status permintaan dan tugas pemasarannya :

  1. Permintaan Negatif / Negative Demand => sebuah pasar dalam keadaan permintaan negatif jika pasar tidak menyukai produk dan bahkan bersedia membayar untuk mencegahnya. dan tugas pemasarannya adalah merubah sikap dari yang tidak menyukai menjadi menyukai atau disebut dengan Convertional Marketing
  2. Tidak ada Permintaan / No Demand => Konsumen sasaran (target market) mungkin tidak sadar dan atau tidak berminat terhadap produk tersebut, maka tugas pemasarannya adalah mendorong / merangsang kebutuhan (Stimulative Marketing)
  3. Permintaan Latent / Tersembunyi => Konsumen sebenarnya sudah memiliki kebutuhan yang kuat, tetapi belum  dapat dipuaskan oleh produk yang sudah ada. maka tugas pemasarannya adalah mengembangkan pemasaran / produk agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen tersebut
  4. Permintaan Menurun / Falling Demand => Mengaktifkan kembali agar meningkat kembali (Re-Marketing) contoh : Pembaruan kemasan / rasa.
  5. Permintaan Tidak Beraturan / Irregular Demand = > adalah suatu kondisi dimana grafik permintaan pasar tidak berpola, kadang-kadang meningkat cukup tinggi, kadang-kadang menurun secara drastis dalam jangka waktu yang relatif singkat. maka, tugas pemasarannya adalah menyelaraskan pola permintaan tersebut secara lebih teratur. Contoh kasus seperti ini biasanya terjadi pada perusahaan yang bergerak dalam bidang hiburan (ANCOL dan DUFAN) dimana pengunjung biasanya hanya datang pada hari-hari libur saja. contoh solusi dari masalah ini adalah dengan memberikan diskon harga yang cukup signifikan pada hari-hari biasa (diluar hari libur).
  6. Permintaan Penuh / Full Demand => adalah suatu kondisi dimana volume penjualan telah mencapai kapasitas maksimum (full loaded). maka tugas pemasarannya adalah menjaga agar kondisi tersebut tetap stabil.
  7. Permintaan Berlebih / Over Full Demand => adalah suatu kondisi dimana jumlah permintaan pasar melebihi penawaran yang tersedia (Demand > Suply). dan tugas pemasarannya adalah melakukan penurunan permintaan (De-Marketing).  Mungkin anda bertanya kenapa harus dilakukan penurunan permintaan, bukankah lebih baik apabila kita dapat meningkatkan kapasitas penawaran kita? jawabannya adalah karena biasanya jumlah kelebihan permintaan tidak dapat menutupi jumlah biaya penambahan penawaran yang diperlukan. Contoh lain adalah apabila nilai jual produk lebih mahal dari pada kemampuan / daya beli konsumen, tetapi jenis produk tersebut merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh konsumen seperti BBM (Bahan Bakar Minyak) dan Listrik yang memerlukan subsidi dari permerintah pusat. sehingga dilakukan kepada para konsumen untuk melakukan penghematan penggunaan produk tersebut.
  8. Permintaan Tidak Sehat dan Membahayakan / Unwholesome Demand => adalah situasi dimana permintaan tersebut mempunyai dampak yang buruk bagi perusahaan maupun bagi para konsumennya. contohnya, apabila bahan baku produk tersebut merupakan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui. contoh lainnya adalah apabila produk tersebut merupakan jenis produk yang dilarang seperti NARKOBA.

IV. Mengelola Pemasaran

Proses manajemen yang diterapkan dalam pemasaran pada dasarnya terdiri dari :

  1. Perencanaan sebuah program Pemasaran
  2. Pelaksanaan
  3. Penilaian serta evaluasi atas prestasinya

Proses Manajemen dalam Sistem Pemasaran

proses-manajemen-dalam-pemasaran

hasil evaluasi merupakan informasi yang sangat diperlukan oleh manajemen agar dapat menyesuaikan tujuan rencana dan pelaksanaan pada masa yang akan datang dengan lingkungan yang senantiasa berubah.

Perencanaan Strategis

Perencanaan Strategis adalah proses manajemen yang menyesuaikan sumber daya sebuah organisasi dengan peluang-peluang pelaksanaannya dalam jangka panjang.

Proses Perencanaan Strategi mencakup:

  • Mendefinisikan misi (tujuan / mimpi masa yang akan dasar.
  • Menetapkan sasaran organisasi
  • memilih strategi dan taktik yang memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuannya.

Apabila dikaitkan, proses perencanaan strategis ini dengan kegiatan pemasaran maka proses perencanaan pemasaran yang strategis terdiri atas beberapa langkah, yaitu :

  • Melaksanakan analisis situasi yang meliputi analisis situasi kepada perusahaan yang sedang terjadi, pasar, persaingan, produk, sistem distribusi, dan program promosi.
  • Menentukan sasaran pemasaran
  • menyeleksi dan menganalisis target pasar
  • Mengembangkan dan merancang bauran pemasaran yang strategis yang memungkinkan organisasi dapat memuaskan target pasarnya dan mencapai tujuan pemasaran

Pemasaran dimulai dan berakhir di konsumen

alur-pemasaran1